Seputar Wanita Indonesia

Selamat Datang di Blog Wanita Indonesia Seutuhnya

Rabu, 23 November 2011

Inilah Kesalahan Bikin Karier Anda Terganjal

Inilah Kesalahan Bikin Karier Anda Terganjal
KARIER mulus bisa jadi langsung hancur karena beberapa kesalahan kecil yang Anda buat. Apa sajakah itu?

Membangun tangga kesuksesan memang lebih sulit ketimbang merusaknya yang dapat dilakukan dalam sekejab. Ya, karena kesalahan kecil tak jarang kesukesan yang ada di genggaman amblas seketika. Jika tak ingin terjerat dalam bahaya tersebut, hindari beberapa kesalahan ini ketika bekerja di kantor. Idiva mengulasnya untuk Anda.

Tidak memberikan pemberitahuan sebelum mengundurkan diri

Dalam kontrak kerja, idealnya pemberitahuan diberitahukan satu bulan sebelum kepergian karyawan yang bersangkutan. Hal ini dibutuhkan karena perusahaan memerlukan waktu untuk mencari pengganti Anda, sehingga pekerjaan tidak akan terganggu. Jika tidak ingin dicap sebagai karyawan yang buruk, patuhilah hal tersebut.

Bekerja tanpa strategi karier untuk jangka panjang

“Sebuah rencana jangka panjang akan memberikan visi yang jelas tentang jenis pekerjaan yang Anda cari dan perusahaan mana yang akan memberikan keuntungan pada Anda,” kata pakar HR, Ankit Verma.

Menjalani pekerjaan demi uang semata

Uang bukanlah penjamin pekerjaan yang baik. Mencari pekerjaan yang nyaman dan dapat Anda nikmati jauh lebih penting bagi masa depan Anda.

“Pekerjaan bergaji tinggi biasanya akan menerapkan jam kerja yang panjang. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk terus bersemangat menjalani pekerjaan yang Anda pilih,” kata Verma.

Tunduk pada tekanan teman sebaya/orangtua

Jangan biarkan orangtua Anda atau teman-teman memengaruhi keputusan karirr Anda, terutama jika Anda tidak yakin tentang apa yang ingin Anda lakukan.

“Jika Anda pada akhirnya membuat pilihan yang salah dan tidak kompatibel dengan bakat Anda, kualitas kerja pun akan terpengaruh dan mengganggu kesehatan mental dan fisik Anda,” kata Verma.

Minim koneksi

“Setiap pekerjaan memberikan Anda kesempatan untuk bertemu orang baru dan teman baru. Hal ini akan membantu mengembangkan referensi bekerja yang lebih baik ke depannya untuk diri sendiri,” tutur Verma.

Sumber;okezone

Pilih Mana, Bekerja Keras atau Bekerja Cerdas?

Pilih Mana, Bekerja Keras atau Bekerja Cerdas?
SEMUA pekerja yang sedang merintis karier tentunya ingin meraih kesuksesan. Untuk mencapai kata sukses, ternyata tidak cukup dengan bekerja keras saja, Anda pun bisa memilih untuk bekerja cerdas.

Menjadi sebuah konsekuensi logis, bahwa untuk meraih kesuksesan Anda memang dituntut bekerja keras. Itu adalah salah satu nilai lebih yang bakal dilihat oleh perusahaan tempat Anda membangun karier.

Akan tetapi kerja keras hanya sebuah syarat "cukup" untuk berkarier. Bila Anda tidak bisa mengaturnya dengan baik, hal itu justru bakal mendorong Anda menjadi lupa waktu dan terperangkap dalam rutinitas tugas yang tidak bisa dinikmati lagi.

Menjadi hardworker identik dengan berada lebih lama di kantor sejatinya sudah dianggap tidak lagi efisien. Bahkan, hal ini menjadi aktivitas yang memboroskan. Penambahan jam kerja bisa membuat Anda dinilai tidak memiliki manajemen kerja yang baik sehingga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat sesuai jam kerja.

Tidak salah kiranya dengan kondisi itu, para pekerja keras sering mengeluh bahwa kerja keras dan pengorbanan terkadang tidak sepadan dengan hasil yang mereka dapat. Akan lebih membuat kesal jika banyak orang yang lebih santai malah punya karier jauh lebih baik dari apa yang Anda miliki.

Menurut Margaret Steen, seorang ahli karier, jika kerja keras tidak sesuai dengan yang didapat, maka berhentilah menjadi hardworker. Namun, itu bukan berarti Anda bermalas-malasan atau tidak mengerjakan tanggung jawab sebagai karyawan. Berhenti menjai hardworker berarti waktunya Anda mengubah pola dan mekanisme kerja.

Kerja cerdas atau smart worker yaitu pembagian atau manajemen waktu, melakukan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Yaitu dengan cara lebih memusatkan perhatian pada pekerjaan.

Dengan fokus pada pekerjaan, semuanya bisa terselesaikan dengan lebih cepat. Hal-hal tidak penting dapat dilakukan usai jam kerja.

Jangan pernah menunda pekerjaan, sikap seperti itu sangat penting tidak diabaikan oleh kita.

Sumber: Diambil dari berbagai sumber

4 Pertanyaan Patut Dihindari Selama Wawancara Kerja

4 Pertanyaan Patut Dihindari Selama Wawancara Kerja
WAWANCARA untuk pekerjaan bisa mengundang rasa cemas. Dari mengumpulkan fakta tentang perusahaan hingga menyusun jawaban dan pertanyaan selama wawancara, Anda tentu butuh persiapan matang.

Ketika wawancara, penting untuk diingat bahwa pertanyaan yang Anda ajukan sama bermaknanya dengan pertanyaan yang mereka ajukan kepada Anda. Ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya dihindari selama wawancara kerja, seperti dilansir Shine.

Apakah saya harus bekerja lembur?

Bila bertanya soal kerja lembur, Anda tampak tidak tertarik untuk bekerja pada jam-jam tambahan. Akan lebih baik jika Anda menanyakan kapan biasanya jam kerja ekstra dibutuhkan perusahaan. Anda juga bisa bertanya soal beban dan jam kerja setiap hari, tanpa terlihat tidak fleksibel.

Apakah mungkin saya bekerja secara telecommute?

Jika pihak perusahaan belum menyebutkan tentang telecommuting (bekerja dari rumah dengan komputer tersambung ke kantor) dalam deskripsi pekerjaan atau percakapan sebelumnya, pertanyaan ini akan membuat Anda seperti pemalas. Plus, jika Anda sudah meminta tunjangan besar selama proses wawancara, pewawancara akan menganggap Anda terlalu banyak menuntut. Jika Anda harus telecommute, sebisa mungkin untuk menanyakan hal tersebut belakangan.

Apakah perusahaan menyediakan cuti yang cukup untuk karyawan?

Anda bahkan belum benar-benar diterima bekerja di perusahaan tersebut, jadi sebaiknya tidak menanyakan tentang cuti. Tunggu sampai Anda mendapatkan tawaran pekerjaan, maka Anda akan dapat mengajukan semua pertanyaan, termasuk hari libur dan waktu istirahat.

Berapa lama sampai saya mendapatkan kenaikan gaji?

Membawa topik kompensasi atau penghasilan masa depan sebaiknya dihindari selama wawancara, terutama tahap awal. Waktu yang tepat untuk mendiskusikan atau menegosiasikan gaji Anda atau kenaikannya di masa mendatang adalah saat Anda telah ditawari posisi.

(Diambil dari berbagai sumber)

Terpilih dan Terindah

Terpilih dan Terindah
Kupu-kupu tak pernah tahu warna sayapnya, tetapi orang-orang tahu betapa indahnya dia.

Seperti halnya dirimu, engkau tak tahu betapa indahnya dirimu, tetapi Allah paling mengerti betapa istimewanya engkau di mataNya.

Ketika engkau taat padaNya, ikhlas dengan semua yang kaualami, tetap tersenyum di masa sulit, tegar dalam ujian, dan tetap teguh dalam iman, maka engkau adalah orang yang TERPILIH dan TERINDAH di hadapanNya.

(Sumber: Motivasi Net, Ir. Andi Muzaki, SH, MT)

Hari yang disyukuri

Hari yang disyukuri
Bila Kamu mengisi hati kamu …
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Sumber:Motivasi_Net@yahoogroups.com