Seputar Wanita Indonesia

Selamat Datang di Blog Wanita Indonesia Seutuhnya

Kamis, 27 Oktober 2011

Tanda-tanda Perempuan Susah Punya Anak


Tanda-tanda Perempuan Susah Punya Anak


Jika kelak ingin punya momongan, setiap perempuan perlu tahu kondisi kesehatan reproduksinya. Jika tanda-tanda ketidaksuburan terdeteksi sejak awal, antisipasi dan penanganan bisa dilakukan dengan lebih baik oleh dokter kandungan.

Ketidakmampuan untuk punya anak memang bukan hanya masalah perempuan, sebab laki-laki juga banyak yang mandul karena kualitas spermanya di bawah standar. Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan sama-sama harus memperhatikan kesehatan reproduksinya masing-masing.

Pada perempuan, tanda-tanda susah punya anak antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Buzzle, Jumat (11/3/2011).

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Sesekali terlambat datang bulan atau mendapatkannya terlalu awal dari siklus normal adalah hal yang wajar. Namun jika setiap bulan siklusnya tidak teratur, ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan karena ada kemungkinan punya masalah dengan kesuburan.

2. Menstruasi lebih dari 7 hari

Perdarahan saat datang bulan masih bisa dikatakan normal jika berlangsung antara 3-7 hari. Baru bisa dicurigai sebagai tanda-tanda ketidaksuburan apabila perdarahan berlangsung lebih dari 7 hari dan disertai kram perut yang intens atau terasa sangat sakit.

3. Berat badan

Komposisi lemak pada perempuan erat kaitannya dengan fungsi hormonal sehingga dapat mempengaruhi pada sistem reproduksi. Baik terlalu gemuk maupun terlalu kurus, berat badan yang tidak ideal pada perempuan sama-sama mengurangi peluang untuk bisa hamil.

4. Punya penyakit kronis

Perempuan yang mengidap hipertiroid, diabetes, tukak lambung dan penyakit kronis (menahun) lainnya cenderung mengalami gangguan pada sistem reproduksi akibat efek samping pengobatan yang terus menerus. Jika berencana ingin punya anak, konsultasikan dengan dokter agar pengobatan yang mempengaruhi kesuburan dihentikan sementara.

5. Pernah keguguran

Keguguran yang berulang merupakan tanda-tanda ada masalah dengan kesehatan reproduksi pada perempuan. Keguguran yang terjadi pada 3 kali kehamilan secara berurutan kemungkinan besar menandakan kemandulan, sehingga butuh intervensi jika ingin punya anak misalnya dengan memanfaatkan teknologi bayi tabung.

6. Mengidap kanker atau penyakit menular seksual

Perempuan yang pernah mengidap kanker cenderung sulit punya anak karena obat-obat kemoterapi banyak yang efek sampingnya mengurangi kesuburan. Di samping itu, sistem reproduksi juga bisa terganggu oleh infeksi penyakit kelamin seperti chlamydia, gonorrhea (kencing nanah), sifilis (raja singa) dan sebagainya.

Waspadai Dehidrasi Saat Hamil

Waspadai Dehidrasi Saat Hamil

Kebutuhan air selama masa kehamilan dan menyusui cenderung meningkat. Karena itu ibu hamil dan menyusui harus memperhatikan asupan air minumnya agar tidak kekurangan yang dapat memicu gangguan tubuh.

"Di masa kehamilan, khususnya pada trimester ketiga perempuan hamil membutuhkan lebih banyak konsumsi cairan terutama bila mengalami gangguan berkemih fisiologis yang terjadi akibat adanya tekanan pada kandung kemih oleh uterus yang membesar," ujar dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) dalam acara konferensi pers Hydration and Health di Hotel Gran Sahid Jaya.

dr Budi menambahkan dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuh bisa menyebabkan sejumlah gangguan selama masa hamil yaitu dehidrasi ringan akut dan dehidrasi ringan kronik.

Dehidrasi ringan akut bisa menyebabkan terjadinya oligohidroamnion (cairan ketuban yang sedikit), gangguan pada janin serta waktu persalinan yang lama. Sedangkan dehidrasi ringan kronik bisa menyebabkan batu pada saluran kemih, infeksi saluran kemih, sembelit dan juga tekanan darah tinggi.

"Secara umum kebutuhan air yang meningkat ini agar dapat mendukung sirkulasi janin, produksi cairan amnion (air ketuban) dan volume darah yang meningkat," ujar dokter yang menjabat sebagai Ketua Departemen Ginekologi dan Obstetri FKUI RSCM.

Kisaran jumlah air yang dibutuhkan memang cukup besar mengingat ibu hamil menghadapi kondisi yang berbeda-beda. Beberapa penelitian memberikan rekomendasi yang berbeda-beda. Hal ini karena kebutuhan air dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk aktivitas fisik hingga suhu di lingkungan.

Meski begitu anjuran yang umum untuk ibu hamil adalah mengonsumsi 8-10 gelas per hari atau setara dengan 2,5 liter, sedangkan untuk ibu menyusui disarankan sebanyak 13 gelas per hari atau setara dengan 3 liter air.

"Air yang masuk ke dalam tubuh ini tidak harus selalu dari air putih saja, tapi makanan yang dikonsumsi biasanya mengandung 20 persen dari asupan air tubuh secara keseluruhan. Sisanya dipenuhi dari asupan air langsung," ujar dokter kelahiran Jakarta, 5 September 1954.

Untuk ibu yang menyusui perlu mendapatkan asupan air yang lebih banyak. Hal ini karena air yang masuk ke dalam tubuh berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang disalurkan melalui ASI. Karena itu ibu menyusui harus didorong untuk mendapatkan air minum yang cukup. Disarankan minum segelas air setiap makan dan setiap kali menyusui.

"Air minum sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui, karena itu jangan tunggu sampai rasa haus timbul. Serta pilihlah sumber air minum yang aman dan baik," ujar dr Budi.

Kurang Makan Daging Saat Hamil Bikin Anak Lebih Cengeng


Kurang Makan Daging Saat Hamil Bikin Anak Lebih Cengeng

Nutrisi yang seimbang sangat penting bagi ibu hamil untuk menunjang pertumbuhan
otak bayi di dalam kandungan. Jika sang ibu kurang makan daging selama
mengandung, kelak bayi yang dilahirkannya cenderung lebih rewel dan gampang
menangis.

Menurut sebuah penelitian di Belanda, asupan vitamin B12 selama hamil
mempengaruhi kecenderungan bayi untuk menangis. Dikutip dari Dailymail, kecukupan vitamin B12 selama dalam kandungan membuat bayi jarang
mengalami colic atau kondisi yang membuatnya menangis sepanjang hari.

Bagi janin, vitamin B12 sangat penting peranannya dalam pembantukan sel-sel otak
dan susunan saraf pusat. Kekurangan nhutrisi tersebut bisa memicu gangguan
produksi melatonin, yakni hormon yang mengatur siklus biologis atau circadian
rythm termasuk di antaranya pola tidur.

Terganggunya siklus biologis akan menyebabkan bayi lebih sering merasa gelisah,
tidak tenang dan gampang menangis. Kadang-kadang bayi tersebut menangis
sepanjang hari tanpa alasan yang jelas, sehingga orangtuanya menganggap si bayi
sedang rewel.

Penelitian yang dilakukan terhadap 4.000 ibu hamil ini menunjukkan, asupan
vitamin B12 yang rendah menyebabkan bayi yang lahir rata-rata menangis lebih
dari 3 jam/hari. Sementara itu, ibu hamil yang mendapat asupan tinggi cenderung
melahirkan bayi yang 3 kali lebih tenang.

Daging merah maupun daging ayam hanyalah beberapa di antara sekian banyak
makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12. Keduanya relatif paling aman bagi
ibu hamil dibandingkan sumber vitamin B12 lainnya, misalnya kerang, hati, keju
dan telur mentah.

Karena lebih banyak ditemukan pada sumber manakan hewani, defisiensi atau
kekurangan vitamin B12 lebih sering dialami oleh vegetarian. Gejala defisiensi
vitamin B12 antara lain ditandai dengan anemia atau kurang darah, letih lesu,
kurus dan konstipasi atau susah buang air besar.

Melahirkan Tanpa Rasa Nyeri dengan Teknik Anestesi

Melahirkan Tanpa Rasa Nyeri dengan Teknik Anestesi

Melahirkan merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus menyakitkan bagi seorang ibu. Penelitian-penelitian telah dilakukan untuk mengurangi pengalaman menyakitkan saat persalinan, sehingga persalinan dapat memberikan pengalaman yang lebih membahagiakan.

Ilmu Anestesi (Pembiusan) telah memperkenalkan cara baru teknis anestesi untuk persalinan tanpa rasa nyeri, sehingga ibu dapat melahirkan dengan rasa sakit seminimal mungkin. Salah satu teknik pilihan yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi adalah dengan menggunakan teknik anestesi epidural. Epidural adalah ruang antara kedua selaput keras dari sumsum belakang.

Teknik anestesi epidural ini dilakukan serupa dengan teknik anestesi spinal saat operasi. Bedanya adalah pada teknik anestesi spinal, anggota gerak bawah ibu (kaki) akan dengan sengaja 'dilumpuhkan' atau tidak dapat digerakkan dalam jangka waktu tertentu.

Pada teknik anestesi epidural, hanya saraf yang memberikan respon nyeri yang utamanya dilumpuhkan untuk sementara waktu. Teknik ini dilakukan dengan melakukan penyuntikan di daerah punggung untuk dilakukan penempatan suatu kateter kecil yang berguna untuk menyuntikkan obat anestesi epidural.

Obat anestesi epidural akan bekerja selama beberapa jam, yang sebelum efeknya habis, dokter anestesi akan memberikan instruksi untuk memberikan suntikan obat anestesi epidural selanjutnya melalui kateter yang sudah dipasang. Ibu masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa karena saraf yang di blok hanyalah saraf yang memberikan rangsang nyeri.

Untuk persalinan, blokade dikhususkan untuk mengurangi rasa sakit di daerah rahim, leher rahim dan bagian atas vagina. Tetapi otot pangul masih dapat melakukan gerakan rotasi kepala bayi untuk keluar dari jalan lahir ibu. Ibu masih bisa mengejan, sehingga masih dapat dilakukan persalinan melalui jalan lahir.

Lebih nyaman lagi, apabila ternyata persalinan harus dilakukan dengan operasi sectio cesarea (SC), dokter anestesi dapat melakukan perubahan komposisi obat untuk dapat menyesuaikan pembiusan untuk operasi.

Selain itu, dengan teknik anestesi ini, ibu masih dalam keadaan sadar selama operasi, sehingga dapat langsung bertemu dengan bayinya di kamar operasi. Ditambah dengan keuntungan lain dimana pasien langsung dapat langsung mobilisasi, tidak seperti teknik anestesi spinal yang harus menunggu paling tidak 24 jam atau sampai dinyatakan aman untuk mobilisasi.

Kelebihan lain dari teknik anestesi epidural adalah dengan teknik ini dapat untuk pembiusan dalam waktu yang lebih lama, tidak seperti teknik anestesi spinal yang terbatas 1-2 jam, sehingga ibu dapat segera melakukan aktivitas normal setelah operasi.

Bila dibandingkan dengan teknik anestesi umum, teknik ini mempunyai kemungkinkan komplikasi paska operasi yang lebih sedikit. Disamping itu, dengan kateter yang telah dipasang dapat pula digunakan untuk pemberian obat anti nyeri langsung pada saraf yang dikehendaki, sehingga nyeri paska operasi juga dapat diminimalkan.

Adalah hak pasien untuk mengetahui prosedur medis yang akan dilakukan padanya. Dan adalah hak pasien untuk menyetujui dan memilih prosedur yang ada.

dr. M. Helmi, Sp.An., MSc.
PhD Research Fellow
Intensive Care Adults Erasmus MC, Kamer H602 's Gravendijkwal 230, 3015CE
Rotterdam, The Netherlands

Tanda Perempuan Positif Hamil: Tidak Suka Daging dan Kopi

Tanda Perempuan Positif Hamil: Tidak Suka Daging dan Kopi


Tanda-tanda awal kehamilan bukan hanya morning sickness atau mual di pagi hari, terkadang orang hamil juga menghindari makanan atau minuman tertentu. Daging paling banyak dibenci orang hamil, sementara kopi berada di urutan berikutnya.

Tidak diketahui pasti apa penyebab food aversion atau kebencian pada jenis makanan atau minuman tertentu, namun para ilmuwan meyakini hal itu berkaitan dengan perubahan hormon. Fluktuasi perubahan kadar hormonal memang sangat tinggi di awal-awal kehamilan.

Berbeda dengan pantangan karena suatu alasan misalnya mitos atau keyakinan tertentu, food aversion umumnya tidak didasari dengan alasan yang jelas. Orang hamil hanya tidak menyukai bau atau rasanya, bukan seperti orang yang menghindari nanas muda karena takut keguguran.

Sebuah penelitian di Ethiopia menempatkan daging merah sebagai makanan yang paling banyak dihindari oleh orang hamil muda, yakni 34 persen. Minuman berkafein terutama kopi berada di urutan berikutnya dan dihindari oleh 21 persen orang hamil.

Jenis makanan lain yang tidak disukai orang hamil antara lain roti gandum, yang berada di urutan ketiga dengan 17 persen. Berikutnya adalah meat sauce, semacam saus daging yang dipakai untuk campuran dalam bumbu pasta, yang tidak disukai oleh 12 persen orang hamil.

Bau dan rasa dari berbagai makanan tersebut menyebabkan sensasi tidak nyaman pada orang hamil. Oleh karena itu, perilaku perempuan yang tiba-tiba tidak menyukai daging atau kopi sering dianggap sebagai tanda-tanda awal hamil muda di samping mual di pagi hari.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemology mengatakan, food aversion muncul pada usia kehamilan 4-6 pekan. Dikutip dari Oxfordjournals, masa itu bersamaan dengan terjadinya peningkatan hormon kehamilan estrone-3-glucuronide dan human chorionic gonadotropin (HCG)